Eropa Hadapi Krisis Gas, Indonesia Tak Bisa Bantu

Tunjukkan dukungan ke korban penembakan, Pemprov DKI munculkan warna-warna bendera Selandia Baru di JPO GBK. (Foto: Dok. Pemprov DKI)
Jangan lupa join channel telegram kami Klik disini => https://t.me/badaksatuofficial <= untuk mendapatkan informasi terbaru


EN.BADAKSATU.COM – Deputi Keuangan dan Monetisasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Arief Setiawan Handoko mengatakan, Indonesia saat ini telah menerima permintaan gas dari beberapa negara Eropa. Sebab, Eropa saat ini tengah menghadapi situasi krisis gas pasca Rusia menyetop suplainya.

Read More

Sayangnya, Indonesia belum bisa membantu Eropa untuk pengiriman Liquefied Natural Gas (LNG).

“Cuma memang sayangnya suplai gas kita untuk bisa deliver LNG ke sana saat ini memang belum bisa kita upayakan,” ujar Arief, Jumat (15/7).

Selain itu, Indonesia juga sudah terikat kontrak eksisting dengan sejumlah perusahaan Eropa untuk penjualan gas. “Misal Total, tapi lewat perusahaan yang ada di Singapura. Itu juga kita sudah salurkan dengan kontrak yang sudah ada. Tapi untuk yang lainnya kita memang belum bisa merealisasikan, deliver LNG,” tuturnya.

Read More :  KAI Sediakan 53.921 Tiket Kereta untuk Keberangkatan 9-13 Mei 2022

Diketahui, Rusia telah menangguhkan operasional pipa gas utama ke wilayah Eropa. Aliran gas Rusia ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1 Laut Baltik telah dihentikan. Operator Nord Stream AG menyatakan, pekerjaan pemeliharaan rutin akan mematikan infrastruktur selama 10 hari. Selama penghentian yang direncanakan sebelumnya, semua aliran gas akan berhenti.

Namun Eropa, pasar dan sejumlah perusahaan khawatir shutdown akan dilakukan lebih dari waktu yang ditentukan karena perang ke Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pun memberi peringatan ke Eropa. Dia mengatakan, kelompok benua biru perlu mempersiapkan kemungkinan Rusia menyetop pasokan gas.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Menkeu Sri Mulyani: Kelangkaan Bahan Bakar Sedang Berlangsung di Seluruh Dunia
Stok BBM Menipis, Sri Lanka Kerahkan Pasukan Militer untuk Jaga Pom Bensin
Bukan karena Covid, Sri Lanka Tutup Sekolah dan Minta Pegawai Kerja dari Rumah
Sri Mulyani Prediksi Belanja Negara Tahun Ini Bengkak Hingga Rp3.000 Triliun
Delapan Juta Warga Australia Diminta Padamkan Listrik
Menko Airlangga Ungkap Dunia Saat ini Tengah Hadapi 5 Krisis

Read More :  Jumlah Pengusaha Muda RI Masih Rendah Dibanding Malaysia dan Singapura



Dikutip dari berbagai sumber

Published for : Team Badak Satu

Disclaimer :


Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.

Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.


Hati-hati segala informasi yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.