Menteri Pertanian Negara G20 Bakal Dikumpulkan Bahas Ancaman Krisis Pangan

Tunjukkan dukungan ke korban penembakan, Pemprov DKI munculkan warna-warna bendera Selandia Baru di JPO GBK. (Foto: Dok. Pemprov DKI)
Jangan lupa join channel telegram kami Klik disini => https://t.me/badaksatuofficial <= untuk mendapatkan informasi terbaru


EN.BADAKSATU.COM – Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi akan mengumpulkan para menteri pertanian negara anggota G20, untuk meningkatkan koordinasi dengan para menteri keuangan dalam rangka menjajaki tindakan untuk mengatasi kerawanan pangan yang berkembang dan masalah terkait.

Read More

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hal ini seperti yang pernah dilakukan dalam presidensi G20 yang saat itu membahas pandemi dengan memanggil para menteri kesehatan.

“Presidensi G20 Indonesia bekerja sama dengan Arab Saudi, dan didukung oleh beberapa anggota G20, serta organisasi internasional mengusulkan seruan untuk aksi global untuk mengatasi kerawanan pangan yang semakin meningkat,” kata Sri Mulyani dalam Seminar Internasional: Global Collaboration for Tackling Food Insecurity, Nusa Dua, Bali, Jumat (15/7).

Dalam mengatasi masalah ini perlu terus menggunakan instrumen dan perangkat kebijakan. Termasuk pembuatan kebijakan fiskal dan kebijakan sektoral yang mengeksplorasi strategi yang bisa mengatasi situasi kerawanan pangan.

Read More :  Setelah Shared Services, Pertamina Jadikan Digitalisasi Backbone Perusahaan

Dia berharap dengan pertemuan tersebut bisa menghasilkan langkah konkret seperti pembentukan Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF) ketika mengumpulkan para menteri kesehatan dan menteri keuangan negara anggota G20.

“Kami berharap hal yang sama juga dapat dilakukan dengan memperkuat kemampuan kami untuk memobilisasi, tidak hanya pembiayaan, tetapi yang terpenting, koordinasi kebijakan, lintas negara dan didukung oleh organisasi internasional,” tuturnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menekankan pentingnya masyarakat global dan forum multilateral membahas ancaman krisis pangan yang sudah ada di depan mata. Terutama terkait dampak kenaikan harga energi dan pangan yang sangat berpotensi mengganggu sektor keuangan.

Menurutnya Presidensi G20 bisa mengambil peran utama dengan mengembangkan tindakan nyata. Semangat gotong royong, dan multikulturalisme yang kuat diyakininya bisa menghasilkan s cara dan mengatasi masalah ini secara efektif.

“Bersama-sama, kita bisa membuat dunia lebih baik, dan kita masih terus memiliki harapan dan optimisme bahwa dunia bisa pulih bersama, pulih lebih kuat, terima kasih banyak,” tandasnya. [azz]

Read More :  Airlangga Nilai Indonesia dan Malaysia Kunci Ketersediaan Minyak Sawit di Dunia

Baca juga:
Krisis Pangan Bisa Renggut Banyak Nyawa Jika Tak Segera Ditangani
Sri Mulyani: Harga Pangan Bakal Terus Melonjak Hingga Akhir 2022
Menkeu Sri Mulyani: Kelangkaan Bahan Bakar Sedang Berlangsung di Seluruh Dunia
Poin-Poin Krusial yang Disuarakan Jokowi kepada Pemimpin Negara dalam KTT G7
Dampak Perang, Masyarakat di Negara Berkembang Terancam Kelaparan
Jokowi & PM Inggris Boris Johnson Sepakat Perkuat Kerja Sama Bidang EBT dan Pangan



Dikutip dari berbagai sumber

Published for : Team Badak Satu

Disclaimer :


Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.

Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.


Hati-hati segala informasi yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.