Ini Misi Artemis I NASA yang Gagal Meluncur Berulang Kali

Tunjukkan dukungan ke korban penembakan, Pemprov DKI munculkan warna-warna bendera Selandia Baru di JPO GBK. (Foto: Dok. Pemprov DKI)
Jangan lupa join channel telegram kami Klik disini => https://t.me/badaksatuofficial <= untuk mendapatkan informasi terbaru


EN.BADAKSATU.COM – Selama periode Agustus hingga Oktober, roket Artemis I telah tiga kali mengalami perubahan jadwal peluncuran di tahun 2022. Update terakhir mengatakan roket ini akan meluncur antara 12 November dan 27 November mendatang.

Read More

Peluncuran roket Artemis disebut-sebut menjadi misi NASA yang paling ditunggu. Pasalnya, rangkaian peluncuran ini akan berakhir pada misi mendaratkan manusia di Bulan tahun 2024, setelah terakhir kali berhasil pada 1969 menggunakan roket Apollo 11.

Dilaporkan CNN, Senin (3/10), Artemis I merupakan tahap pertama dari misi tersebut. Misi tahap awal ini akan meluncurkan roket tanpa awak yang membawa robot untuk mengirim lusinan investigasi sains baru dan demonstrasi teknologi ke Bulan.

Bettina Inclan, Direktur Komunikasi NASA, mengatakan misi ini diberi nama Artemis, seorang dewi bulan dari mitologi Yunani sekaligus saudara kembar Apollo, karena nantinya akan membawa astronot perempuan pertama ke Bulan. Saat ini, NASA telah memilih 18 astronot yang delapan di antaranya merupakan seorang perempuan untuk misi Artemis.

Read More :  Penampakan 2 Tank Rusia Meledak Dibom Drone Ukraina

“Orang terakhir yang berjalan di Bulan pada tahun 1969 semuanya laki-laki, belum ada wanita yang pernah berjalan di permukaan bulan,” kata Inclan kepada CNN.

Tahap Artemis II yang ditargetkan meluncur pada 2023 nantinya akan mulai meluncurkan roket beserta astronot ke Bulan dalam rangka mempersiapkan peluncuran Artemis III untuk kembali ke permukaan Bulan.

Misi Artemis ini pada akhirnya akan mencari dan mengekstrak sumber daya yang dapat diubah menjadi sumber daya lain seperti oksigen dan bahan bakar. Melalui misi ini, NASA berupaya mengembangkan kemampuan mobilitas baru yang memungkinkan astronot menjelajahi Bulan.

“Ini adalah misi yang benar-benar akan melakukan apa yang belum dilakukan dan mempelajari apa yang tidak diketahui,” kata Mike Sarafin, manajer misi Artemis I dalam pernyataannya di situs NASA.

Reporter Magang: Dinda Khansa Berlian

[faz]



Dikutip dari berbagai sumber
Published for : Team Badak Satu

Disclaimer :


Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.

Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.


Hati-hati segala informasi yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.