Studi: TikTok Promosikan Konten Obat Penurun Berat Badan Jangkau Remaja

Bank Sentral Inggris Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Terbesar dalam 33 Tahun
Jangan lupa join channel telegram kami Klik disini => https://t.me/badaksatuofficial <= untuk mendapatkan informasi terbaru


TikTok mengizinkan konten yang mempromosikan obat penurun berat badan

Read More

EN.BADAKSATU.COM, JAKARTA – Sebuah studi yang diterbitkan di The Pharmaceutical Journal, TikTok mengizinkan konten yang mempromosikan obat penurun berat badan yang menjangkau remaja. Para pakar membuat akun TikTok yang mengindikasikan pengguna berusia 16 tahun. Berdasarkan penelitian, ada 100 konten teratas yang terkait dengan #dietpills.

Dari 100 video, mereka menemukan hampir sepertiga mempromosikan pil diet untuk menurunkan berat badan. Beberapa postingan yang ditandai akhirnya dihapus. Pada tahun 2020, TikTok memperbarui kebijakannya dengan melarang iklan untuk konten suplemen penurun berat badan dan membatasi iklan untuk produk manajemen berat badan.

Namun, akun uji oba masih dapat menemukan konten yang menjual pil diet. Beberapa pengguna juga membuat buku harian video harian saat mereka minum obat atau membagikan foto sebelum dan sesudah untuk menunjukkan hasil penurunan berat badan.

Read More :  Game Netflix Tidak Laku, Hanya Dimainkan 1% Pelanggan

Dilansir The Verge, Jumat (23/9/2022), pakar kesehatan mengatakan klaim diet yang tidak terbukti dapat berbahaya bagi orang dewasa maupun remaja. TikTok tidak segera menanggapi permintaan komentar, tetapi perusahaan mengatakan promosi atau perdagangan zat yang dikendalikan, termasuk obat penurun berat badan yang diresepkan, tidak diizinkan di platform dan konten yang melanggar kebijakan itu akan dihapus.

Sebelumnya, masalah promosi penurunan badan telah marak terlihat di TikTok. Pada Januari, TikTok dan Instagram menarik iklan dari startup perawatan kesehatan Cerebral yang mengaitkan obesitas dengan ADHD dan mengatakan pasien mungkin dapat berhenti makan berlebihan serta mencari pengobatan untuk ADHD.

Sebelumnya, TikTok pernah didesak untuk menanggapi konten diet berbahaya di platformnya. Sebuah laporan oleh The Wall Street Journal pada tahun 2021 menunjukkan bagaimana algoritme TikTok mendorong remaja perempuan melihat video diet dan penurunan berat badan.



Dikutip dari berbagai sumber
Published for : Team Badak Satu

Disclaimer :


Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.

Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.


Hati-hati segala informasi yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.