Arab Saudi Berencana Kirim Astronaut Perempuan pada 2023

Bank Sentral Inggris Pertimbangkan Kenaikan Suku Bunga Terbesar dalam 33 Tahun
Jangan lupa join channel telegram kami Klik disini => https://t.me/badaksatuofficial <= untuk mendapatkan informasi terbaru


Arab Saudi mempromosikan sains dan teknologi sebagai bagian dari rencana Visi 2030.

Read More

EN.BADAKSATU.COM, RIYADH — Arab Saudi mengumumkan pada Kamis (22/9/2022), akan meluncurkan program pelatihan dengan tujuan mengirim astronautnya, termasuk seorang perempuan, ke luar angkasa tahun depan. Negara ini akan secara aktif mempromosikan sains dan teknologi sebagai bagian dari rencana Visi 2030 yang luas untuk merombak ekonomi dan mengurangi ketergantungannya pada minyak.


“Program Astronaut Saudi, yang merupakan bagian integral dari Visi ambisius Kerajaan 2030, akan mengirim astronaut Saudi ke luar angkasa untuk membantu melayani umat manusia dengan lebih baik,” kata Komisi Luar Angkasa Saudi dalam sebuah pernyataan.


Rencana yang diperjuangkan oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) juga menyerukan integrasi yang lebih besar bagi perempuan ke dalam angkatan kerja di negara itu. Saudi sudah mencabut larangan lama terhadap perempuan untuk mengemudi pada 2018.

Read More :  Warna Api Berbeda-beda, Ini Penjelasannya


“Salah satu astronaut akan berasal dari perempuan Saudi, yang misinya ke luar angkasa akan mewakili sejarah pertama bagi Kerajaan,” ujar pernyataan Komisi Luar Angkasa Saudi.


Orang Arab atau Muslim pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa adalah Pangeran Sultan bin Salman dari Saudi, saudara tiri putra mahkota dan seorang pilot angkatan udara yang merupakan bagian dari tujuh anggota awak misi Discovery NASA pada 1985. Dia kemudian menjabat sebagai kepala Komisi Luar Angkasa Saudi dari 2018 hingga tahun lalu, ketika ditunjuk sebagai penasihat Raja Salman.


Negara tetangga Uni Emirat Arab (UEA) memiliki program luar angkasa terkemuka di dunia Arab, setelah meluncurkan penyelidikan ke orbit Mars pada Februari 2021. UEA berencana untuk meluncurkan satelit bulan pertamanya pada November. Jika misi bulan berhasil, UEA dan Jepang, yang menyediakan pendarat, akan bergabung dengan Amerika Serikat, Rusia, dan Cina sebagai negara yang telah menempatkan pesawat ruang angkasa di permukaan bulan. 

sumber : AP



Dikutip dari berbagai sumber
Published for : Team Badak Satu

Disclaimer :


Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.

Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.


Hati-hati segala informasi yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.