TNI AL Punya Drone ScanEagle, ini Spesifikasi dan Kecanggihannya

TNI AL Punya Drone ScanEagle, ini Spesifikasi dan Kecanggihannya
Jangan lupa join channel telegram kami Klik disini => https://t.me/badaksatuofficial <= untuk mendapatkan informasi terbaru


EN.BADAKSATU.COM, Jakarta – Untuk menjalankan tugas patroli maritim, Alutsista Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut atau TNI AL kini dilengkapi dengan Drone ScanEagle. Pesawat tanpa awak asal Amerika Serikat itu akan memperkuat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Abdul Halim Perdanakusuma (AHP)-355 dari Satuan Kapal Eskorta Koarmada II.

Read More

Sistem pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) ini mulai diuji penggunaannya di atas kapal tersebut pada Rabu, 15 Juni 2022. Dalam kegiatan bertajuk Sea Acceptance Test atau SAT itu, tim Drone ScanEagle KRI AHP 355 sukses melaksanakan serangkaian prosedur penerbangan pengujian UAV ScanEagle yang digelar di atas wilayah perairan Selat Madura.

Keunggulan dan spesifikasi Drone ScanEagle 

Menyadur dokumen The Boeing Company, Drone ScanEagle merupakan pesawat nirawak yang dilengkapi dengan kamera optik dan infra merah. Pesawat ini memiliki kecepatan jelajah 60 knot atau 111.12 kilometer per jam, dengan ketinggian penerbangan hingga 6 ribu meter. Istimewanya lagi, Drone ini mampu terbang hingga 16 jam. Rentang sayapnya selebar 3,11 meter, dengan panjang 1,55 hingga 1,71 meter. Sementara untuk beratnya, saat di darat mencapai 14 hingga 18 kilogram, dan saat lepas landas maksimal 22 kilogram.

Read More :  Bupati Sumenep lepas ekspor perdana daun kelor ke China

Drone ScanEagle adalah produk dari Insitu, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh The Boeing Company. Pesawat tanpa awak ini dapat menjalankan tugas intelligence, surveillance and reconnaissance (ISR) atau intelijen, pengawasan, dan pengintaian siang dan malam yang persisten. Drone ini diluncurkan ke udara secara mandiri melalui peluncur katapel. Pesawat ini digerakkan mesin piston model pusher berdaya 15 tenaga kuda, dengan bahan bakar bensin.

Prototipe ScanEagle dikembangkan dan dibangun berdasarkan perjanjian 15 bulan dengan Boeing yang dimulai pada Februari 2002. Produksi, penelitian, dan pengembangan berlanjut di bawah kontrak jangka panjang antara Insitu dan Boeing yang dimulai pada Juli 2003. Drone ScanEagle pertama kali digunakan oleh Korps Marinir AS pada 2004. Sejak saat itu, pasukan koalisi di Timur Tengah telah menggunakan ScanEagle untuk menjalankan tugas ISR.

ScanEagle biasanya terbang di lingkungan yang ekstrem, membawa kamera elektro-optik atau inframerah yang distabilkan oleh teknologi gyro. Fitur tersebut dapat dikonfigurasi ulang dengan cepat di lapangan dengan berbagai opsi. Mulai dari pencitraan inframerah gelombang menengah hingga muatan relai komunikasi khusus.

Read More :  Efek Asing Diiklankan hingga Dipasarkan di Indonesia, OJK Ambil Tindakan Tegas

Dalam pengembangannya, lusinan teknologi baru serta peningkatan sistem ScanEagle terus dikembangkan untuk melayani operasi sipil dan pertahanan. Di antaranya kinerja sistem hush engine yang semakin ditingkatkan. Ini merupakan sistem peredam bunyi yang dihasilkan Drone ScanEagle ketika mengudara. Saat ini, rata-rata 17 pesawat ScanEagle dioperasikan secara global.

Saat uji coba pada Rabu lalu, Drone Scan Eagle menjalani serangkaian kegiatan prosedur SAT. Prosedur ini meliputi di antaranya Freflight Brief, GSE Set up, Freflight System Check, Launch, Flight Operation dan Recovery UAV ScanEagle. Kegiatan prosedur SAT ini didampingi personel ScanEagle Field Service Representative atas nama Jason dan Brendan, seperti dikutip dari laman koarmada2.tnial.mil.id.

Komandan KRI AHP-355 Kolonel Laut (P) Ludfy, menyampaikan, pelaksanaan prosedur SAT di KRI AHP-355 ini merupakan rangkaian kegiatan penerimaan hibah Drone ScanEagle yang telah dilaksanakan sejak pertengahan 2020 lalu. Dalam SAT ini, Drone ScanEagle mampu diterbangkan sejauh 50 Newton meter dengan ketinggian 1.800 meter selama 5 jam penerbangan. Uji coba penerbangan dilaksanakan pada siang dan malam hari.

Read More :  BPJS Kesehatan Mantapkan Kualitas Layanan Rumah Sakit di Bantul

Ludfy menerangkan, dilengkapinya KRI AHP-355 dengan Drone ScanEagle merupakan pelaksanaan dari modernisasi KRI, Pesawat Udara, dan material tempur menuju kekuatan yang siap dioperasikan (ORF). ORF sendiri diprioritaskan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono untuk kemajuan TNI AL.

HENDRIK KHOIRUL MUHID 

Baca: Malaysia dan Indonesia dapat Drone ScanEagle dari AS

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari EN.BADAKSATU.COM di kanal Telegram “EN.BADAKSATU.COM Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.



Dikutip dari berbagai sumber

Published for : Team Badak Satu

Disclaimer :


Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.

Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.


Hati-hati segala informasi yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.