Imbas Kenaikan Harga BBM, Inflasi Jabar Tembus 6,12 Persen

Inflasi Indonesia Dianggap Terkendali, Begini Penjelasan Kemenkeu
Jangan lupa join channel telegram kami Klik disini => https://t.me/badaksatuofficial <= untuk mendapatkan informasi terbaru



EN.BADAKSATU.COM – Angka inflasi tahunan Jawa Barat (year to year) per September 2022 tercatat telah mencapai 6,12 persen. Angka ini sudah hampir dua kali lipat dari target inflasi tahun ini yang awalnya diproyeksikan sekitar 3 persen plus minus 1. 

Read More

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat Marsudijono mengatakan, tingginya inflasi tahunan Jawa Barat salah satunya disebabkan angka inflasi September 2022 yang mencapai 1,21 persen. Tingginya inflasi September tak lepas dari kenaikan harga BBM subsidi jenis pertalite dan solar. 

“Kenaikan ini perlu diwaspadai, mengingat laju inflasi tahunan telah mencapai 6,12 persen dan inflasi tahun kalender periode Januari 2022 hingga September 2022 sebesar 5,27 persen, ” jelas dia, Senin (3/10/2022). 

Pada September ini, dari tujuh kota pantauan IHK di Jawa Barat seluruhnyam engalami inflasi. Kota Bogor sebesar 1,18 persen; Kota Sukabumi sebesar 1,33 persen; Kota Bandung sebesar 0,91 persen; Kota Cirebon sebesar 1,12 persen; Kota Bekasi sebesar 1,38 persen; Kota Depok sebesar 1,24 persen; dan kota Tasikmalaya sebesar 0,95 persen, 

Read More :  Menperin: Sektor industri berperan vital pada perekonomian Indonesia

Tingginya inflasi Jawa Barat periode September 2022 tak lepas dari beberapa komponen yang menyebabkan andil terhadap inflasi tahun kalender 2022. Andil inflasi tertinggi diberikan oleh Kelompok Makanan, Minuman  dan Tembakau sebesar 1,63 persen; dan Kelompok Transportasi sebesar 1,53 persen. Adapun andil inflasi kelompok lainnya yaitu Kelompok Pakaian & Alas kaki sebesar 0,09 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,83 persen; dan lainnya. 

“Hasil pemantauan harga barang dan jasa selama September 2022 tercatat beberapa komoditas mengalami kenaikan atau penurunan harga dan memberikan andil inflasi atau deflasi cukup signifikan. Bensin menjadi penyebab tertinggi menyumbang inflasi, ” katanya. 

Komoditas barang dan jasa yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi signifikan antara lain bensin, angkutan dalam kota, tarif kendaraan roda 2 online, beras, angkutan antar kota, solar, bahan bakar rumah tangga, rokok kretek filter, rokok kretek, tarif kendaraan roda 4 online, kue kering berminyak, nasi dengan lauk, ayam bakar, air kemasan.

Read More :  Jumlah Investor Reksa Dana Naik 32 Persen, Tembus 9 Juta

Sementara komoditas yang mengalami penurunan dan memberikan andil deflasi signifikan antara lain bawang merah, cabe merah, minyak goreng, cabe rawit, tomat, emas perhiasan, telur ayam ras, jeruk, anggur, sawi putih, bayam, kol putih, dan lainnya. 

(NDA) 



Dikutip dari berbagai sumber

Published for : Team Badak Satu

Disclaimer :


Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.

Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.


Hati-hati segala informasi yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.