Siapa Ramon Papana, Pemilik Paten Open Mic

Siapa Ramon Papana, Pemilik Paten Open Mic
Jangan lupa join channel telegram kami Klik disini => https://t.me/badaksatuofficial <= untuk mendapatkan informasi terbaru



EN.BADAKSATU.COM – Sejumlah komika Indonesia mulai dari Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakasa hingga Adjis Doaibu melayangkan gugatan atas merek Open Mic ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. 

Read More

Diketahui, pemilik HAKI atas merek Open Mic dipegang oleh Ramon Papana. Siapa sosok tersebut?

Mengutip wikipedia, pemilik nama lengkap Tamon Panana Tommybens ini adalah seorang musisi dan aktif di dunia enetertainment sejak di bangku SMA.

Ia pada 1979 pernah menjadi seorang disck jockey (DJ) dan pada 1988 Ramon Tommybens bersama SC Low dan Mixmaster Marvin mendirikan sekolah Disc Jockey bernama The Academy of Disc Jockey di Jakarta dan setahun kemudian ia mendirikan Indonesian Disc Jockey School (IDJS).

Bersama teman lamanya, Sys NS, ia juga sempat membuat beberapa produksi comedy. Beberapa produksi yang pernah ditanganinya: Lenong Rumpi, Lenong Cilik DSD, Kharisma Grup (Tukul dkk.), Musik Humor OTB, Batavia Singer, Harry & Eno Sigit album “Jatuh Cinta”, Serial F-2, Hari Harry Mau, Hari Harry Gila, Komedi Metropolitan (TPI), Dongeng Langit (RCTI), Rojali Juleha, Lenong Gaya, Selononk Boy, Obladi Oblada, Bunyi 92 (RCTI), Telaga Kesabaran, Serial Desy (SCTV), Comedy Cafe Indonesia, IDJS, Huor Cafe, dan Comedy House Bandung. 

Read More :  815 Ribu Kendaraan Balik ke Jabotabek, Naik 51% dari Normal

Kini Ramon mengelola Comedy Cafe Indonesia miliknya dan mengajar Public Speaking, MC dan Presenter di beberapa kursus serta tetap menulis konsep dan naskah comedy. Ramon sejak 2013 lalu memegang hak penuh atas merek Open Mic yang dia daftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

Kini, para komika Indonesia mulai dari Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakasa, Adjis Doaibu, Mo Sidik, Gilang Baskara, hingga Oki Rengga mengajukan gugatan atas merek Open Mic tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

“Mungkin teman-teman sudah tahu bahwa Open Mic ini merupakan istilah umum yang jamak digunakan di seluruh dunia untuk pertunjukan Stand Up Comedy,” kata Pandji Prasetyo selaku kuasa hukum, Kamis (25/8/2022).

“Ternyata di Indonesia sudah didaftarkan oleh seseorang pada tahun 2013,” sambungnya.

Lebih lanjut, Panji Prasetyo juga menilai sikap tersebut cukup meresahkan kalangan komika.

“Karena pihak yang mendaftarkan gugatan ini mengirimkan somasi kemana-mana meminta bayaran untuk setiap acara yang bertajuk Open Mic,” jelasnya.

“Ini jelas sangat tidak masuk akal dan kesabaran teman-teman komika sudah habis, mereka menghubungi kami dan hari ini datang intinya satu mengajukan gugatan pembatalan merek dan meminta pengadilan untuk mengembalikan merek Open Mic untuk menjadi milik publik,” tambah sang kuasa hukum.

Read More :  Bank Mega Gelar Undian Meriah, Hadiahnya Apartemen Bebas Pilih Lokasi!

Hal senada juga disampaikan komedian Ernest Prakasa. Dia menilai tidak ada yang berhak mendaftarkan merek Open Mic sebagai milik pribadi.

“Itu ibaratnya ada orang yang ngedaftarin Pentas Seni atau Festival Jajanan gitu sehingga orang yang membuat acara serupa dipalak di suruh bayar. Ini sama sekali enggak masuk akal. Jadi kita coba untuk menggugat itu sih,” tutur Ernest. (RRD)



Dikutip dari berbagai sumber

Published for : Team Badak Satu

Disclaimer :


Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.

Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.


Hati-hati segala informasi yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.