Orang Amerika Mulai Kesusahan Bayar Cicilan, Pertanda Resesi?

Orang Amerika Mulai Kesusahan Bayar Cicilan, Pertanda Resesi?
Jangan lupa join channel telegram kami Klik disini => https://t.me/badaksatuofficial <= untuk mendapatkan informasi terbaru



Jakarta, CNN Indonesia

Read More

Orang Amerika Serikat (AS) disebut mulai kesulitan membayar berbagai tagihan tepat waktu di tengah proyeksi banyak ekonom tentang peluang resesi ekonomi negeri Paman Sam.

Menurut The Discover DFS dan Capital One (OC), perusahaan raksasa kartu kredit, kesusahan membayar cicilan orang Amerika tercermin dari kenaikan tunggakan atau kredit macet.

Mengutip CNN Business, Senin (25/7), kondisi tersebut banyak dialami masyarakat kelas menengah bawah.

Discover DFS and Capital One (OC) bahkan meningkatkan cadangan likuiditas untuk mengantisipasi kredit macet di kemudian hari.

Hal ini dilakukan sebagai langkah peringatan yang menunjukkan kekhawatiran arah ekonomi yang lesu dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut kedua perusahaan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab kenaikan kredit macet ini. Pertama, inflasi yang melonjak tajam hingga 9,1 persen pada Juni 2022.

Read More :  Begini Suasana Pasar Tanah Abang Setelah Idul Adha

Kedua, kenaikan suku bunga The Fed sebesar 75 basis poin pada Mei 2022 yang ditujukan untuk mengendalikan inflasi. Namun, di sisi lain kebijakan moneter ketat justru memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Kondisi ini dinilai menjadi hantaman bagi warga AS, yakni harga dan suku bunga yang lebih tinggi. “Tantangan besar bagi konsumen adalah inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi,” terang CEO Capital One Richard Fairbank dalam konferensi pers.

“Inflasi ini dapat mengikis kelebihan tabungan konsumen yang ditabung selama pandemi, terutama jika kenaikan harga terus terjadi di atas kenaikan upah,” lanjutnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/bir)




Dikutip dari berbagai sumber

Published for : Team Badak Satu

Disclaimer :


Seluruh informasi yang tersaji di situs Badaksatu.com merupakan berita yang diambil dari data di lapangan dan berbagai sumber berita lain yang tersebar di berbagai media, baik online maupun offline. Kami telah melakukan pengemasan ulang guna menghindari adanya pelanggaran hak cipta.

Namun, jika dalam informasi yang kami tayangkan terdapat hal yang melanggar hak cipta Anda, silakan informasikan kepada kami melalui halaman hubungi kami yang sudah disediakan. Kami akan mengambil langkah cepat dan mengambil tindakan langsung dengan cara menghapus konten yang melanggar hak cipta tersebut.


Hati-hati segala informasi yang tersaji pada website kami, segala jenis penipuan atau pelanggaran bukan tanggungjawab kami sepenuhnya dan kami sarankan untuk selalu waspada serta cek-ricek kembali.